Pustakawan adalah ahli dokumen, mereka melakukan kategorisasi, membuat ringkasan (abstrak, resensi dll), mereka membuat indeks dan lain-lain untuk dokumen. Oleh karenanya cara berfikir pustakawan dalam pencarian akan sangat berbeda dengan cara berfikir pengguna awam. Mereka juga mengembangkan cara-cara pencarian dokumen, sehingga mereka juga membuat sistem pencarian berbasis komputer.
Permasalahannya adalah sistem pencarian 'ala' pustakawan ini, seringkali tidak cocok untuk pengguna awam. Pustakawan mengindeks dokumen untuk sistem pencarian berbasiskan kata kunci khusus, misalnya dengan nama latin untuk tumbuhan. Pengguna awam mencari hasil indeks pustakawan di sistem tersebut dengan nama umum. Mungkin hanya sebagian kecil pengguna yang mengerti nama latin atau nama ilmiah suatu tumbuhan yang dicarinya. Pengguna seperti termasuk di antaranya adalah mahasiswa atau peneliti.
Berdasarkan penelitian Hargittai, 2004, kebanyakan orang tidak memahami konsep kata kunci, bahkan untuk spesifikasi kata kunci yang sangat dasar sekalipun.Partisipan penelitiannya adalah 100 warga New Jersey yang dipilih secara acak tetapi mewakili komposisi berbasarkan faktor sosio-ekonomi. Bahkan Hargittai menemukan banyak pula yang salah paham terhadap user interface pencarian, mereka menginputkan kata kunci ke address bar, dan sebaliknya mengetikan alamat URL ke form entri kata kunci.
Muramatsu dan Pratt, 2001, juga menemukan bahwa kebanyakan orang salah persepsi terhadap operator Boolean. Mereka kurang memahami perbedaan antara operator AND dan OR, apalagi untuk sistem yang secara implisit menerapkan AND atau OR. Dua pertiga dari mereka juga tidak bisa menjelaskan mengapa ketika entri pencarian adalah "to be or not to be", maka hasil yang didapatkan kosong.
Jadi, sistem untuk pustakawan harusnya berbeda untuk pengguna awam. Jangan paksakan pengguna awam melakukan pencarian menggunakan sistem pustakawan. Memang, cara yang digunakan pustakawan akan menghasilkan pencarian yang efisien. Tetapi sistem pustakawan juga memerlukan persiapan yang tidak pendek. Ada proses kategorisasi, ada pula proses pengindeksan. Pustakawan mencari dengan kata kunci yang sudah disepakati mereka. Tetapi kesepakatan para pustakawan ini tidak diketahui para pengguna.
Biarkanlah para pengguna bereksplorasi berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang mereka miliki, jangan paksakan mereka "belajar" menjadi pustakawan. Kalau mereka dipaksa menjadi pustakawan, lalu kapan mereka menyelesaikan tugas utamanya. Kalau mereka dipaksa menjadi pustakawan, lalu pustakawan mau jadi apa?
# Permudah, jangan dipersulit. Gembirakan, jangan ditakuti.
# (hadist)
Referensi:
E. Hargittai. Classifying and Coding Online Actions. Social Science Computer Review, 22(2):210–227, 2004.
J. Muramatsu and W. Pratt. Transparent Queries: Investigation Users' Mental Models Of Search Engines. Proceedings of the 24th Annual International ACM SIGIR Conference on Research and development in information retrieval (SIGIR'01), pages 217–224, 2001.
Showing posts with label tools. Show all posts
Showing posts with label tools. Show all posts
Wednesday, September 23, 2009
Sunday, December 14, 2008
Peneliti bisa download gambar langsung dari otak manusia
Peneliti ternyata sekarang bisa men-download gambar yang sedang dipikirkan seseorang. Download langsung dari otak.
Para peneliti dari ATR Computational Neuroscience Laboratories, Jepang, berhasil merekonstruksi gambar yang berada di otak seseorang, dan menampilkan kembali ke monitor. Dengan merekam aliran darah di otak melalui MRI, peneliti bisa memprediksi gambar yang sedang dipikirkan oleh manusia.
Gambar yang mengandung kata-kata n-e-u-r-o-n di rekam otak, mesin merekam aliran darah, kemudian merekonstruksi kembali dalam bentuk image seperti gambar di atas. Meskipun baru bisa merekonstruksi gambar hitam-putih saja, tetapi menurut Dr. Cheng dari RIKEN institute, ini adalah terobosan penting di bidang penelitian aktifitas otak. Seperti halnya penemuan awal TV yang hanya hitam-putih, peningkatan menjadi mampu untuk gambar berwarna hanya masalah waktu.
Ke depan mungkin saja tidak hanya gambar, tapi juga logika, pemikiran, atau bahkan perasaan ....:D mungkinkah?
source: http://www.pinktentacle.com/2008/12/scientists-extract-images-directly-from-brain/
Tuesday, December 09, 2008
EtherPad: Real-Time Text Editing
Kolaborasi. Kolaborasi adalah salah satu teknologi kunci Web 2.0. Banyak sekali kolaborasi tools seperti wiki (Wikipedia, Dokuwiki dll), blogging, Google's Documents. EtherPad adalah salah satu langkah maju. Selama ini tools kolaborasi membangun dokumen bersama belum ada yang real-time. Mungkin yang real-time hanya chatting atau video conference. Itu semua dasarnya dialog real-time. Tetapi untuk bekerja bersama-sama mengedit dokumen secara real-time, setahu saya yaa cuman EtherPad. Google documents juga bisa sih ... tapi perlu waktu sebelum orang lain dapat menambahkan teks.

EtherPad dibuat oleh 2 orang mantan pegawai Google. Banyak kemungkinan unik yang akan muncul dari ide ini. Ke depan sepertinya tidak hanya teks editor, tetapi bisa saja spreadsheet.
Links:
http://blogoscoped.com/archive/2008-11-20-n42.html
http://etherpad.com/
EtherPad dibuat oleh 2 orang mantan pegawai Google. Banyak kemungkinan unik yang akan muncul dari ide ini. Ke depan sepertinya tidak hanya teks editor, tetapi bisa saja spreadsheet.
Links:
http://blogoscoped.com/archive/2008-11-20-n42.html
http://etherpad.com/
Sunday, September 21, 2008
Flash Earth
Flash Earth adalah pengembangan dari Google Earth. Data peta merupakan gabungan dari beberapa sumber peta dari internet: Yahoo, Microsoft, NASA (Google juga dari sini) dan juga sumber-sumber lainnya. Flash Earth adalah versi flash dari Google Earth, dan tentu saja mungkin ada sedikit berat bagi beberapa komputer dengan koneksi lambat.
Lihat Flash Earth di http://www.flashearth.com/
Lihat Flash Earth di http://www.flashearth.com/
Subscribe to:
Posts (Atom)