- Ontologi memiliki ruang lingkup yang lebih luas.
- Taksonomi adalah "tree" sedangkan ontologi adalah "forest"
- Ontologi merepresentasikan sebuah topik dengan beberapa perspektif. Sebagaimana "telur" adalah sebuah fase kehidupan mahluk hidup dan dia juga sejenis makanan.
- Ontologi mengandung vocabulary yang lebih terkontrol dan memiliki definisi relasi yang lebih teliti.
- Akademisi lebih condong kepada ontologi, sedangkan industri (salah satunya komunitas perpustakaan/pustakawan) lebih condong menggunakan taksonomi.
- Taksonomi memiliki bervariasi dalam hal banyaknya informasi yang mereka kandung. Bisa hanya mereprensentasikan pengelompokan secara logik suatu subyek, dengan kemungkinan dengan atau tanpa istilah yang mendukungnya, dan bisa saja data atau aksi yang terasosiasi kepada setiap node.
- Taksonomi pada umumnya memiliki hirarki yang tegas, seiring dengan strukturnya yang berbentuk "tree". Di dunia perpustakaan, taksonomi digunakan dalam thesaurus dan vocabulary yang terkontrol lainnya. Namun akhir-akhir ini, dokumen web menggunakan hirarki yang lebih lunak yang dikenal dengan folksonomi.
HendroS Digital
Tuesday, May 03, 2011
Ontology versus Taxonomy
Monday, April 11, 2011
GUI untuk Java Keytool
Namun mungkin selama ini kita dibuat pusing dengan pembuatan dan pengelolaan kunci private/public dan certificate yang kita miliki atau kita dapatkan dari personal/situs lain. Jangan khawatir Keytool UI sekarang telah menjadi open source, sehingga kita dapat memanfaatkannya secara bebas. Keytool UI dapat didownload dari http://code.google.com/p/keytool-iui/
Monday, May 24, 2010
Trust & Reward System: Diskusi KM PDII-ITB Mei 2010
Waktu & Tempat: 20 Mei 2010, ruang rapat lt 6. PDII-LIPI
Peserta diskusi: Tim peneliti KM dari ITB yang dikomandani Prof. Dr. Jann, sedangkan dari PDII dihadiri oleh Kepala Pusat Putut Irwan P, bidang Pengembangan PDII, serta tim pengembangan ISJD.
Install Liferay untuk Glassfish Application Server di Windows XP
1. Download liferay-portal-glassfish-windows-5.2.3.jar dari liferay.com atau Sourceforge.org
2. Jalankankan java -Xmx256m -jar liferay-portal-glassfish-windows-5.2.3.jar
3. Jalankan ant -f setup.xml di dalam direktori glassfish.
4. Start app server. Akses portal
Friday, November 06, 2009
Tools Hebat dari Google untuk Bikin Aplikasi Web Sehebat Gmail
Kemarin Google meng-open-source-kan koleksi tool Javascript yang memungkinkan developer dapat membuat aplikasi web lebih cepat, powerful dan efisien sebagaimana Gmail, Google Maps dan Google Docs.
Closure Compiler adalah salah satu dari tool-tool itu. Ia adalah optimalizer untuk kode Javascript. Closure akan mengkompilasi code Javascript menjadi lebih kompak dan performa meningkat. Closure akan menghapus kode-kode yang tidak berguna, sehingga engine browser akan menjalankan program Javascript lebih ringan dan lebih cepat.
Selain Closure Compiler, ada juga Closure Library, yaitu sekumpulan library untuk Javascript yang terdiri dari library widget GUI, struktur data, komunikasi dengan server, animasi dan lain-lain.
Ada juga Closure Templates, kumpulan template untuk web yang telah dikompilasi agar Javascript lebih efisien. Berbeda dengan sistem template tradisional, kita dapat menggunakan Closure Template secara alami sebagai programmer. Closure Template diimplementasikan baik untuk Javascript maupun Java, sehingga kita dapat menggunakan template yang sama baik untuk server-side (Java) maupun client-side.
Google berharap dengan adanya kemajuan dan peningkatan aplikasi web, maka pencarian dengan Google semakian menjadi penting.
Wednesday, September 23, 2009
Sistem Pencarian 'ala' Pustakawan Tidak Cocok untuk Pengguna Awam
Permasalahannya adalah sistem pencarian 'ala' pustakawan ini, seringkali tidak cocok untuk pengguna awam. Pustakawan mengindeks dokumen untuk sistem pencarian berbasiskan kata kunci khusus, misalnya dengan nama latin untuk tumbuhan. Pengguna awam mencari hasil indeks pustakawan di sistem tersebut dengan nama umum. Mungkin hanya sebagian kecil pengguna yang mengerti nama latin atau nama ilmiah suatu tumbuhan yang dicarinya. Pengguna seperti termasuk di antaranya adalah mahasiswa atau peneliti.
Berdasarkan penelitian Hargittai, 2004, kebanyakan orang tidak memahami konsep kata kunci, bahkan untuk spesifikasi kata kunci yang sangat dasar sekalipun.Partisipan penelitiannya adalah 100 warga New Jersey yang dipilih secara acak tetapi mewakili komposisi berbasarkan faktor sosio-ekonomi. Bahkan Hargittai menemukan banyak pula yang salah paham terhadap user interface pencarian, mereka menginputkan kata kunci ke address bar, dan sebaliknya mengetikan alamat URL ke form entri kata kunci.
Muramatsu dan Pratt, 2001, juga menemukan bahwa kebanyakan orang salah persepsi terhadap operator Boolean. Mereka kurang memahami perbedaan antara operator AND dan OR, apalagi untuk sistem yang secara implisit menerapkan AND atau OR. Dua pertiga dari mereka juga tidak bisa menjelaskan mengapa ketika entri pencarian adalah "to be or not to be", maka hasil yang didapatkan kosong.
Jadi, sistem untuk pustakawan harusnya berbeda untuk pengguna awam. Jangan paksakan pengguna awam melakukan pencarian menggunakan sistem pustakawan. Memang, cara yang digunakan pustakawan akan menghasilkan pencarian yang efisien. Tetapi sistem pustakawan juga memerlukan persiapan yang tidak pendek. Ada proses kategorisasi, ada pula proses pengindeksan. Pustakawan mencari dengan kata kunci yang sudah disepakati mereka. Tetapi kesepakatan para pustakawan ini tidak diketahui para pengguna.
Biarkanlah para pengguna bereksplorasi berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang mereka miliki, jangan paksakan mereka "belajar" menjadi pustakawan. Kalau mereka dipaksa menjadi pustakawan, lalu kapan mereka menyelesaikan tugas utamanya. Kalau mereka dipaksa menjadi pustakawan, lalu pustakawan mau jadi apa?
# Permudah, jangan dipersulit. Gembirakan, jangan ditakuti.
# (hadist)
Referensi:
E. Hargittai. Classifying and Coding Online Actions. Social Science Computer Review, 22(2):210–227, 2004.
J. Muramatsu and W. Pratt. Transparent Queries: Investigation Users' Mental Models Of Search Engines. Proceedings of the 24th Annual International ACM SIGIR Conference on Research and development in information retrieval (SIGIR'01), pages 217–224, 2001.
Tuesday, February 24, 2009
Serba 2.0
http://www.wikinomics.com/blog/index.php/2009/02/02/united-nations-20/
http://www.ejc.net/magazine/article/nation_20/
Goverment 2.0
http://www.wikinomics.com/blog/index.php/2009/02/02/government-20-camp-in-dc/
http://government20bestpractices.pbwiki.com/
http://www.readwriteweb.com/archives/government_as_a_platform.php
Library 2.0
http://en.wikipedia.org/wiki/Library_2.0
http://www.libraryjournal.com/article/CA6365200.html
http://library20.ning.com/
Science 2.0
http://www.sciam.com/article.cfm?id=science-2-point-0-great-new-tool-or-great-risk
http://www.sciam.com/article.cfm?id=science-2-point-0
dan terakhir ....
PDII 2.0
http://www.pdii.lipi.go.id/
Sunday, December 14, 2008
Peneliti bisa download gambar langsung dari otak manusia

Peneliti ternyata sekarang bisa men-download gambar yang sedang dipikirkan seseorang. Download langsung dari otak.
Para peneliti dari ATR Computational Neuroscience Laboratories, Jepang, berhasil merekonstruksi gambar yang berada di otak seseorang, dan menampilkan kembali ke monitor. Dengan merekam aliran darah di otak melalui MRI, peneliti bisa memprediksi gambar yang sedang dipikirkan oleh manusia.
Gambar yang mengandung kata-kata n-e-u-r-o-n di rekam otak, mesin merekam aliran darah, kemudian merekonstruksi kembali dalam bentuk image seperti gambar di atas. Meskipun baru bisa merekonstruksi gambar hitam-putih saja, tetapi menurut Dr. Cheng dari RIKEN institute, ini adalah terobosan penting di bidang penelitian aktifitas otak. Seperti halnya penemuan awal TV yang hanya hitam-putih, peningkatan menjadi mampu untuk gambar berwarna hanya masalah waktu.
Ke depan mungkin saja tidak hanya gambar, tapi juga logika, pemikiran, atau bahkan perasaan ....:D mungkinkah?
source: http://www.pinktentacle.com/2008/12/scientists-extract-images-directly-from-brain/
Blogin di sana dan di sini
Multiply misalnya, memberikan fasilitas import blog dari blogger.com (blogspot.com), Yahoo 360, Windows Live Spaces, Live Journal, TypePad, amazon.com dll. Bahkan Multiply.com dapat juga melakukan cross-posting ke blog kita yang terdaftar. Memang tidak semuanya sih ... tapi paling tidak kan lumayan. Sekarang saya cukup posting dari salah satu blog, maka otomatis Multiply akan mengimportnya. Sinkronisasi dari blogger.com ke Multiply.com selama ini oke-oke saja.
Dua bulan terakhir saya terpaksa masuk juga ke friendster dan facebook bahkan twitter. Sebenarnya saya tidak pingin ribet dengan punya banyak account. Tapi undangang dari teman-teman bertubi-tubi. Jadi akhirnya saya masuk juga. Dan lagi-lagi saya punya masalah dengan sinkronisasi. Saya ingin posting saya di situs blog lain ter-update ke situs network sosial friendster dan facebook. Tapi saya masih bingung.
Facebook menyediakan hanya SATU situs blog yang dapat diimport. Awalnya saya import salah satu blog saya di blogspot.com (blogger.com). Tapi nggak puas. Akhirnya saya import dari Multiply.com saja. Kan sebagian blog saya sudah ter-sinkronisasi ke Multiply. Tapi saya belum puas.
Pernah terpikir untuk menggunakan Bloglines.com. Bloglines.com dan Blogger.com adalah 2 situs blogging yang paling awal saya gunakan. Akhirnya saya memutuskan tidak memakai bloglines.com, saya sudah terlalu lama meninggalkannya.
Sekarang saya sedang menjajagi friendfeed.com.
Tags: blogging, socialnetwork, web20
Booting-up "CPU" programer
Saya hari ini membaca artikel Joel di Joel on Software berjudul "The Joel Test: 12 Steps to Better Code".
Saya coba fokus kepada Do programmers have quiet working conditions? Joel menggaris-bawahi beberapa dokumen terkait hubungan tingkat produktifitas dan "zone" para knowledge-worker (pekerja pengetahuan) yang salah satunya adalah programer. Mereka -- pekerja pengetahuan -- memerlukan kondisi flow (mengalir) atau zone (zona) nyaman, sehingga kreatifitas mereka benar-benar mengalir. Segala gangguan suara seperti keributan di sekeliling mereka, dering telepon, suara bercakap-cakap rekan sekerja, atau bahkan hanya sekedar suara pintu yang buka-tutup, cukup menggangu kinerja (produktifitas) mereka. Oleh karenanya mereka seringkali perlu pergi berjalan 5 menit menuju Starbucks untuk melanjutkan pekerjaan mereka.
- Do you use source control?
- Can you make a build in one step?
- Do you make daily builds?
- Do you have a bug database?
- Do you fix bugs before writing new code?
- Do you have an up-to-date schedule?
- Do you have a spec?
- Do programmers have quiet working conditions?
- Do you use the best tools money can buy?
- Do you have testers?
- Do new candidates write code during their interview?
- Do you do hallway usability testing?
Saya sendiri sering melakukannya dengan sengaja pindah kerja ke ruang perpustakaan, atau menggeser waktu kerja saya setelah jam kantor, atau bahkan sengaja tidak ngantor untuk dapat menyendiri di kamar saya di rumah. Sering kali saya sengaja baru datang ke kantor jam 2 atau jam 3 sore, hanya untuk menghindari rekan sekerja, agar saya bisa melanjutkan pekerjaan menulis (laporan, desain, coding) saya. Ini memang aneh bagi sebagian besar rekan saya di kantor. Awalnya saya dapat rapor merah dari pimpinan. Bahkan secara halus saya diusir dari kantor setelah jam 5 sore. Lampu-lampu dimatikan oleh satpam dan termasuk juga lift. Beberapa kali saya sempat terjebak di lantai 5 gedung lama PDII (waktu itu ruang subid komputer masih di sini). Kadang-kala beberapa teman seprofesi (Romi, Slamet, Sjaeful) masih bersama saya beberapa jam. Lantai 5 gelap, bahkan salah satu senior saya sempat tiba-tiba lari turun dan pulang karena di ruangannya, sebelah ruang saya, katanya ada suara wanita "tanpa wujud" membisikinya. Sehingga lengkap sudah. Saya terjebak gelap dan terkunci di lantai 5, tanpa bisa turun lewat lift. Tetapi kemudian beberapa pimpinan membolehkan saya kerja sampai tengah malam di kantor. Tetapi tetap saja jam kantor saya dianggap cuman 1 jam, yaitu jam 2 sd 3. Sedangkan sisanya jam 4 sd jam 11 malam dianggap tidak ada. Jangan harap uang lembur.
Balik lagi masalah "zona produktif". Saya memerlukan waktu-suasana-emosi atau singkatnya "mood" untuk memulai pekerjaan coding atau menulis lainnya. Booting-up-nya juga sangat lambat. CPU di batok kepala saya ini mungkin masuk keluarga 480, bukan Pentium apalagi Core 2 Duo, jadi lambat. Seperti hari ini, saya sudah buka komputer sejak jam 10 pagi tadi. Saya sudah olahraga sebelumnya. Saya sudah cukup tidur semalam. Saya sudah sarapan enak, nasi pecel kesukaan saya. Anak-anak tidak rewel, istri juga nggak rewel. Semua kondusif. Tapi sampai artikel ini saya tulis, saya belum mood juga.
Menurut Joel di artikel tersebut, kebanyakan programmer perlu waktu 15 menit untuk booting-up. Bahkan gangguan walau cuman 30 detik, akan menghambat produktifitas para programmer rata-rata 15 menit. Itu programmer selevel Joel cs. Bagaimana dengan saya?

